PR Sekian Titik Nol

PR Sekian Titik Nol

"Semaju apapun zaman, tugas utama PR tetap sama: menciptakan 'mutual understanding' antara organisasi dengan publik."


Jika mau merunut prinsip dan fungsi-fungsi public relations (PR), sejatinya tugas-tugas PR itu tidak pernah berubah sejak "masa perjuangan" dulu. Tugas PR ya mengupayakan kesamaan pemahaman antara organisasi dengan publiknya. Caranya? Tentulah menggunakan metode, program, hingga bantuan teknologi informasi dan data.


Kalaulah kita punya segepok data tentang audiens yang diolah menggunakan kecerdasan buatan (AI), apa yang akan PR lakukan selanjutnya? Tak lain ya mengampanyekan visi misi dan program organisasi kepada audiens. Agar publik memahami program kita dan pada gilirannya berpartisipasi. Hasil akhirnya, perubahan perilaku.


Apakah di masa lalu bukan itu yang dilakukan PR? Saya yakin sama. Bedanya, kecepatan, presisi, metode dan teknologinya belum secanggih sekarang. Bahkan di era modern ini saja, pekerjaan-pekerjaan PR mendasar seperti siaran pers dan jumpa pers masih banyak yang kedodoran. 

Karenanya, ini lebih ke soal kesungguhan meningkatkan kompetensi PR, dan kemauan pimpinan untuk menempatkan PR pada fungsi yang semestinya.
***

#publicrelations#kompetensipr#fungsipr#strategicpr


*). Naskah ini pernah dipublikasikan di buku "Bergeraaak! Mengakrabi Disrupsi, Menciptakan Peluang", karya Mas Asmono Wikan, Juli 2020.