Pemimpin Itu...

Pemimpin Itu...

Pemimpin itu menginspirasi dan memberi visi, bukan sekadar mengorganisasi.

 

Siapakah Pemimpin itu? Ini adalah sebuah pertanyaan yang sulit dijawab. Kendati mudah dirasakan oleh orang-orang yang memiliki “pemimpin”. Yang pasti, seseorang yang disebut “Pemimpin”, ia mesti memiliki visi dan misi, yang ia gunakan untuk menjelaskan kepada bawahan atau orang-orang yang dipimpin, akan menuju ke mana organisasi/korporasi bakal dibawa ke depan.

 

Visi misi saja tidak cukup. Pemimpin butuh memiliki inspirasi dan inovasi. Pemimpin adalah sumber inspirasi bagi warga, anggota, dan masyarakat yang ia pimpin. Inspirasi dari pemimpin adalah energi yang luar biasa besar untuk menggerakkan organisasi dan seluruh insan di dalamnya, untuk bergerak dan berkembang menuju tujuan yang telah ditetapkan. Bukan bergerak karena semata-mata tunduk kepada sang pemimpin. Melainkan bergerak bersama untuk menggapai tujuan.

 

Di masa-masa yang sulit, seperti krisis (apapun itu jenis dan bentuk krisisnya), inspirasi dari sang pemimpin bak angin segar untuk mengkreasi organisasi agar adaptif di tengah krisis, sekaligus mampu survive dan terus eksis melewati masa-masa sulit. Begitu banyak organisasi atau korporasi yang pada akhirnya tumbang, menyerah, dan kalah ketika harus bertarung dengan krisis. Konon, faktornya bukan semata-mata ketiadaan sumber finansial organisasi, namun juka disumbang oleh lemahnya inspirasi dari sang pemimpin.

 

Itulah sebabnya, pemimpin yang baik dan ideal, bukanlah mereka yang sekadar memiliki kemampuan mengorganisasi tim dan bawahannya. Melainkan yang benar-benar bervisi tajam, memiliki inspirasi yang tiada henti, sekaligus taktis menuntun organisasinya untuk melewati setiap kesulitan yang menghadang.

 

Jika Anda adalah Pemimpin, jangan lupa bimbinglah anggota Anda, agar mampu bergerak bersama-sama membesarkan organisasi. Di situlah visi dan inspirasi Anda menentukan! ***

 

#pemimpin, #visimisi, #inspirasi, #organisasi.


Sumber: Buku "Bergeraaak! Mengakrabi Disrupsi, Menciptakan Peluang", karya Mas Asmono Wikan, 2020.