Pemimpin dan Human Asset

Pemimpin dan Human Asset

Pemimpin yang baik senantiasa akan mengelola human asset yang dimilikinya sebaik mungkin, bukan justru menepikannya karena menganggap sebagai "pesaing".

Cara pandang pemimpin demikian harus diubah, agar organisasi bisa berkinerja optimal bagi sebesar-besarnya kemanfaatan masyarakat. Jamak dimaklumi, tidak setiap organisasi memiliki pemimpin yang ideal. Sehingga, kinerja setiap organisasi juga beraneka ragam. Ada pemimpin yang cenderung one man show. Tidak memberi kesempatan kepada timnya untuk berkembang. Gagasan-gagasan dari tim, sulit ia terima. Kendati gagasan itu lebih baik. Semua gagasan dan keberhasilan adalah datang dan untuk dirinya. Sehingga, pusat perhatian publik, sepenuhnya diharapkan terarah pada si pemimpin.

Tipologi kedua, pemimpin yang memberi ruang bagi timnya untuk berkembang, mengkreasi gagasan dan mewujudkannya, namun tim tidak mengonfirmasinya melalui sikap dan kinerja yang tepat. Padahal, kesempatan dan inisiatif telah di-share ke seluruh anggota tim. Bisa jadi, tim tidak konfiden atau bahkan kurang kompeten.

Yang paling ideal adalah model ketiga. Pemimpin membuka ruang partisipasi dan inovasi luas yang direspons dengan antusiasme, passion, dan kreativitas dari tim. Model ini sangat diidam-idamkan oleh organisasi dan pemimpin manapun. Karena, organisasi akan bekerja sangat optimal, manakala antara pemimpin dan sumber daya manusia yang ia pimpin, mampu bahu-membahu dan berkolaborasi menggapai tujuan organisasi.

Mana model yang ada di kantor Anda?

#kepemimpinan
#leadership
#leadershipinsight
#mawtalkinsight
#kolaborasi