7 Sikap PR yang Disukai Jurnalis

7 Sikap PR yang Disukai Jurnalis

"Sekadar bercerita tanpa menuntut jadi berita, akan mengubah cara pandang Jurnalis terhadap praktisi PR."

Sahabat... Relasi antara praktisi public relations (PR), dengan teman-teman pewarta (Jurnalis), sejatinya adalah hubungan jangka panjang. Bagaikan olahraga, itulah lari marathon. 

Dalam bingkai marathon itulah, hubungan PR dengan jurnalis diletakkan pada posisi saling memahami profesi masing-masing. Tidak boleh saling menuntut. Apalagi menyepelekan satu dengan lainnya. Berikut, 7 hal yang disukai sahabat-sahabat Pewarta dari praktisi PR yang saya catat selama ini.

1. Menjadikan jurnalis sebagai Sahabat, bukan semata Pewarta.
2. Berkomunikasi secara reguler, bukan saat sedang "Butuh" saja.
3. Tidak menuntut agar organisasi Sahabat selalu diberitakan. 
4. Memasok informasi berkala, bukan sekadar siaran pers saja. 
5. Memberikan akses jurnalis untuk bisa bertemu Boss.
6. Menyampaikan informasi, bukan materi promosi.
7. Bersikap jujur, apalagi saat terjadi krisis.

Ketujuh hal itu, akan membuat relasi PR dengan Jurnalis berkembang lebih empatik. Bahkan terasa begitu epik. Saling menghormati profesinya, menahan diri, namun begitu dekat, dan saling memberi. Bukankah begitu Sahabat?

#publicrelations#jurnalis#mediarelations#siaranpers